Penggunaan Teknologi Biometric Sensor
General 0 Comments

Penggunaan Teknologi Biometric Sensor di Era Modern

Apa itu teknologi biometric sensor dan seperti apa penggunaannya di era yang serba modern ini? Konon teknologi ini sudah ada secara manualnya dengan ditandai adanya tanda tangan dan juga cap jempol. Baru kemudian dikembangkan ke era digital seperti yang dinikmati orang-orang modern zaman sekarang. Tercatat tahun 50 atau 60-an, AS menggunakan teknologi ini untuk keperluan PD 2.

Kala itu teknologi yang dikembangkan adalah biometric voice recognition, tujuannya untuk menjadi salah satu perangkat pendukung perang dunia 2. Pada tahun 1960, pengenalan sidik jari berupa automate fingerprint identification system (AFIS) ditemukan oleh Federal Birou Intelegen dari USA. Sensor biometric kemudian baru ditemukan tahun 1999, membuat harga teknologinya menjadi murah.

Kalau Anda bertanya, apa sih contoh penggunaan teknologi ini di dalam kehidupan kita? Para pekerja kantoran pasti tahu, karena kerap kali menggunakan mesin absen sensor sidik jari atau sensor wajah. Mesin itulah yang dinamakan sebagai sensor biometric. Sensor biometric tidak hanya mengenali dua ciri tersebut, namun juga bisa sampai mengenali DNA, retina, mata, iris, dan bahkan cara berjalan Anda.

Jenis – Jenis Teknologi Pemindai Biometric

Teknologi biometric sensor secara mendetail dapat kita bedakan berdasarkan beberapa jenis, di antaranya ada pengenalan sidik jari, pengenalan wajah, pengenalan retina, pengenalan suara, dsb. Pengenalan retina konon didapuk paling aman karena struktur retina setiap orang berbeda-beda. Proses verifikasi sensor retina ini membutuhkan waktu karena system akan berfokus pada satu titik spesifik.

Jika Anda ingin menggunakan sensor suara untuk keamanan tertentu, sebaiknya meletakkan mesin di tempat yang sunyi. Karena sensor suara ini tidak akan menyensor suara bising di sekitarnya sehingga akan gampang terganggu, apabila Anda hendak menembus system atau ketika Anda sakit tenggorokan.

Ada lagi teknologi sensor jari canggih yang digunakan dengan cara mengenali keseluruhan struktur jari seseorang secara mendetail. Pengenalan jari ini cara kerjanya sama dengan pengenalan lengan yang juga membuat mesin mengenali struktur lengan sedetail mungkin. 1996, ini digunakan untuk olimpiade.

Fungsi dan Tujuan

Teknologi semacam ini tidak asal dikembangkan, namun memiliki fungsi dan tujuan yang tentu tidak sama dengan fungsi dan tujuannya ketika perang dunia 2. Di zaman sekarang, fungsi teknologi ini adalah untuk pendaftaran, verifikasi, dan juga identifikasi. Sementara tujuannya tentu untuk keamanan system. Tapi, keamanan di masa sekarang ini bukan untuk hal menegangkan semisal ketika perang dunia 2 lalu.

Untuk proses pendaftaran, teknologi tersebut digunakan dengan tujuan menyimpan data sedetail mungkin dari seseorang. Sementara untuk verifikasi ini merupakan konfirmasi ciri-ciri fisik seseorang yang sudah terdaftar, apakah benar sesuai dengan ciri-ciri fisik ketika melakukan pendaftaran.

Kenapa digunakan biometric sensor? Karena jika hanya memanfaatkan teknologi kata sandi saja rasa-rasanya belum cukup aman. Kata sandi bisa diduplikat siapa saja, namun jika sudah berhubungan dengan anggota tubuh, semua orang memiliki perbedaan. Itu kenapa system ini aman terbilang jauh lebih aman jika dibandingkan dengan system kata sandi atau pola saja.

Demikian penjelasan tentang sensor biometric yang sekarang kita bisa lihat dari berbagai aspek, salah satu contohnya adalah mesin absen. Di samping mesin absen, contoh lebih sederhananya lagi adalah sensor sidik jari dan wajah yang diusung oleh beberapa smartphone. Jika dulu teknologi biometric digunakan untuk perang, sekarang ini teknologi canggih tersebut digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat serta menunjang kehidupan manusia.